Sastra



nih guys, gua punya puisi asli karangan gue... apresiasi ya...
Sesal

Menengadah tanpa usapan tangan
Dan tapa ragu kau masih berlari
Menjauh dan tertawa tanda menang
Sampai hilang

Hingga kau datang menghujam beludru
Berperisai daun kelor
Tanpa robekan baju
Di seragam sekolahmu
Tapi menembus dalam tubuh

Ingatkah kau pada jendela yang membuat luka di kepala?
Sekarang dia masih mengabdi
Memohon maaf untukmu
Hingga sesal mengalahkannya

Maafkan aku, ibu. Kulanggar nasihatmu
“Agama lewih apik le,

aja neha-neha."

Aku Bukan Mereka

Aku bukanlah mereka
Beralas daun kering menimbun debu
Berlalu lalang yang menyibukkan
Tanpa jalan, bertebaran
Ku harap kau juga
Bukanlah yang terpikat
Oleh tali berjerat
Berwarna entah, tak jelas

Mereka hanya angan berlumpur hambar
Yang mentertawai kerbau di kubangan
Ku harap mereka tau
Walau tanpa otak
Tetap sama

Aku bukan mereka
Tunduk taat pada residu
Hendak membukanya
Untuk suapan tangan hampa

Bahkan pada bara itu
Hendakkah kau memakannya?



Bohong

Bergulung-gulung duri olehmu
Dengan sendawa harum membujuk
Bahkan pada coretan
Huruf-huruf yang tak ada daya
Tidakkah semua itu salah?

Kuingin tebus itu
Ucoba racuni detik
Bergagang lidi kupenggal waktu
Tapi kau bohong!

Bergelut membela
Dengan pelumas angka

Tapi kau pun turut membunuhku
Kau bohong!



Kau
Ringkih menabrak ombak
Membangkang tapi terkekang
Dengan sebuah pena dan kata
Mebungkam mimpi

Kau!
Aku harapkan sekali lagi
Tapi tetap kau

Kau datang membawa angan
Menggenggam sekarung harapan, tak bermassa
Bernada alus, berias murka

Aku harapkan sekai lagi
Tapi tetap kau
Kau!
  


Tak Hilang
Bukan tak pernah ada
Hilang, juga tidak
Hanya sebuah bayangan
Yang selalu dikejar
Didambakan

Keadilan, tidakkah engkau akan datang?

















Tidak ada komentar: